Peningkatan prestasi belajarMatematika Melalui Pekerjaan Rumah

KAMI MENERIMA PESANAN SARUNG MANDAR SUL SEL HUB MUDIS: 085242581325

maspeol

maspeol

MAKALAH

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang Masalah

Dewasa ini pembangunan nasional lebih diarahkan pada pembangunan pendidikan dengan penekanannya pada peningkatan mutu untuk setiap jenjang pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu faktor penentu dalam kehidupan, baik dalam kehidupan seseorang, keluarga, maupun bangsa dan negara. Maju mundurnya suatu bangsa akan sangat ditentukan oleh sumber daya manusianya yang berkualitas. Salah satu wadah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa adalah melalui pendidikan yaitu peningkatan kualitas pendidikan.

Matematika sebagai salah satu ilmu dasar yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan memegang peranan penting dalam memacu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, pengajaran matematika dan ilmu dasar lainnya perlu mendapat perhatian yang serius dari berbagai pihak, terutama pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan pendidikan.

Pembelajaran bidang studi matematika di SMP mengacu pada kurikulum GBPP matematika yang diterapkan secara nasional. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis sebagai guru bidang studi matematika

lainnya, GBPP matematika terlalu sarat dengan materi-materi atau konsep matematika yang abstrak tersebut memerlukan aktivitas mental yang tinggi dengan menggunakan metode mengajar yang tepat sehingga dapat memperoleh prestasi belajar matematika yang dipelajari oleh siswa. Salah satu pendekatan yang diduga dapat peningkatan prestasi belajar matematika siswa adalah pemberian pekerjaan rumah yang disertai umpan balik.

Rendahnya prestasi belajar siswa terhadap mala pelajaran matematika di sekolah antara lain disebabkan oleh banyak faktor. Untuk memahami konsep-konsep matematika yang abstrak memerlukan pengulangan yang kontinyu dan berkesinambungan belajar di luar jam sekolah. Kemauan siswa untuk mengulang pelajaran matematika di rumah akan sangat tergantung dari prestasinya terhadap pelajaran matematika. Kurangnya prestasi siswa untuk belajar matematika disebabkan oleh ketidakmampuan guru dalam menguasai mated atau cara mengajarkannya kurang efektif, sehingga siswa tidak dapat menyerap materi yang sedang diajarkan.

Bertolak dari uraian di atas, maka penulis melaksanakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi siswa dalam belajar matematika melalui pemberian pekerjaan rumah dengan umpan balik. Meningkatnya prestasi belajar matematika siswa diharapkan akan membawa dampak pada peningkatan prestasi belajar matematikanya.

  1. B. Rumusan Masalah

“Apakah ada peningkatan prestasi belajar matematika melaiui pekerjaan rumah dengan umpan balik siswa kelas VII SMP.”

Untuk memecahkan masalah mengenai rendahnya prestasi belajar matematika siswa kelas VII, maka dilakukan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan menerapkan pemberian tugas pekerjaan rumah disertai umpan balik. Umpan balik ini berupa penilaian dan komentar terhadap hasil pekerjaan siswa mengenai tugas pekerjaan rumah yang telah diberikan kepada siswa.

Dengan pemberian tugas pekerjaan rumah, maka siswa diharapkan akan lebih banyak menyelesaikan soal-soal matematika dan semakin mengerti pula cara-cara belajar matematika dengan tepat sehingga mereka menjadi lebih berprestasi untuk mempelajarinya.

Demikian pula halnya dengan pemberian umpan balik terhadap hasil pekerjaan rumah dapat berfungsi sebagai salah satu bentuk penguatan yang pada gilirannya dapat meningkatkan prestasi siswa untuk belajar matematika.

  1. C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian yang dicapai adalah :

  1. Untuk mengetahui prestasi belajar matematika dengan umpan balik.
  2. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa melalui pekerjaan rumah dengan umpan balik.
  3. Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar matematika melalui pekerjaan rumah dengan umpan balik siswa kelas VII SMP.
  1. D. Manfaat Hasil Penelitian

Hasil dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang merupakan “self reflective leaching” ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berarti bagi perorangan di bawah ini.

  1. Bagi guru (peneliti)

Dengan dilaksanakannya penelitian tindakan kelas ini, kemampuan gum untuk memperbaiki dan memecahkan sendiri masalah yang dihadapi di kelas dapat lebih meningkat, selain itu guru menjadi terbiasa dan berani melakukan penelitian yang tentunya sangat bermanfaat bagi perbaikan pembelajaran di kelas serta pengembangan karier guru itu sendiri.

  1. Bagi siswa

Hasil penelitian ini akan sangat bermanfaat bagi siswa, khususnya siswa yang rendah prestasi belajar matematikanya karena dengan pemberian pekerjaan rumah disertai umpan balik dalam penelitian tindakan ini dapat menunjukkan prestasi belajar matematika siswa yang meningkat.

  1. Bagi sekolah

Hasil penelitian ini akan memberikan sumbangan yang berarti bagi siswa kelas VII SMP dalam rangka perbaikan kualitas pembelajaran matematika pada khususnya dan kualitas sekolah pada umumnya.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

  1. A. Tinjauan Pustaka
    1. 1. Pengertian Prestasi Belajar Matematika

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia kata prestasi diartikan sebagai hasil, telah dicapai,  dikerjakan,  dilakukan  (Poerwadarminta,   1987 : 786). Menurut Mas’ led Khasan Abdullah Dadar (Budiyanto, 1997: 10) bahwa “Prestasi belajar adalah apa yang telah dicapai dan diciptakan, hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diproses dengan jalan keuletan kerjanya. Keberhasilan orang dalam berhubungan erat dengan proses kerjanya.

Abdullah (1995 : 2) mengemukakan bahwa “Prestasi belajar adalah sebagai indikator kualitas dan pengetahuan yang dikuasai oleh anak. Tinggi rendahnya prestasi belajar adalah sebagai indikator sedikit banyak yang dikuasai dalam bidang studi atau kegiatan tertentu. Jadi, tinggi rendahnya prestasi belajar menunjukkan kualitas dan sejauh mana bahan pelajaran yang telah dikuasai oleh siswa”.

Berdasarkan uraian di atas, maka yang dimaksud dengan prestasi belajar matematika adalah tingkat keberhasilan siswa menguasai bahan pelajaran matematika selain memperoleh pengalaman belajar matematika dalam suatu penggalan waktu tertentu.

  1. 2. Pemberian Tugas Pekerjaan Rumah

Metode pemberian tugas pada umumnya ditandai dengan adanya suatu pembahasan, di mana mengajukan pertanyaan, dan para siswa menyediakan sejumlah jawaban berdasarkan penyajian pendek sebelum pemberian tugas.

Secara logis metode pemberian tugas tergantung pada umpan balik terhadap persoalan yang ditujukan kepada setiap siswa. Metode pemberian tugas sebagai suatu format interaksi belajar mengajar yang ditandai dengan adanya satu atau lebih tugas yang diberikan siswa oleh guru di mana penyelesaian tugas tersebut dapat dilakukan secara perorangan atau berkelompok sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh guru yang bersangkutan.

Dengan memperhatikan batasan metode pemberian tugas pekerjaan rumah (PR) seperti di atas, hal yang dimaksud pemberian soal-soal pekerjaan rumah adalah agar siswa terampil dalam menyelesaikan soal, lebih memahami dan mendalami pelajaran yang diberikan di sekolah. Selain itu juga agar siswa terbiasa belajar sendiri menumbuhkan rasa tanggung jawab dan sikap positif terhadap mata pelajaran matematika. Karena itu janganlah memberikan tugas kepada siswa yang terlalu sulit, sehingga siswa tidak mempunyai waktu untuk menyelesaikan tugas lain dari sekolah atau tugas lain dari luar sekolah dan juga dapat mengurangi prestasi siswa untuk menyelesaikannya. Juga jangan memberikan soal terlalu banyak walaupun mudah sering memberikan soal-soal yang banyak dan sukar dapat mengakibatkan siswa putus asa, komposisi soal tugas belajar.

Salah satu alasan yang dikemukakan bahwa belajar itu ditandai oleh adanya keberhasilan dan kegagalan bila hal ini diketahui oleh siswa akan membawa dampak berupa hadiah atau hukuman.

Keberhasilan yang berupa hadiah dan kegagalan berupa hukuman, keberhasilan yang dicapai  dapat menjadi  penguat terhadap hasil  belajar, sedangkan hukuman dapat menghilangkan tingkah laku yang tidak diinginkan. Dengan memperoleh hadiah, siswa akan merasakan suatu inisiatif yang dapat memberikan rangsangan dan motivasi baru dalam belajar. Sedangkan dengan hukuman menyebabkan tidak mengulangi kegagalan yang dibuatnya. Sehingga dalam proses belajar mengajar umpan balik sangat penting artinya dalam proses belajar.

Dalam melakukan proses belajar mengajar siswa menggunakan seluruh kemampuan dasar yang dimiliki sebagai dasar untuk melakukan berbagai kegiatan agar memperoleh hasil yang memuaskan sedangkan fungsi guru adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan motivasi   kepada   siswa   agar   man melaksanakan kegiatan belajar.
  2. Mengarahkan seluruh kegiatan belajar siswa kepada suatu tujuan tertentu.
  3. Memberikan motivasi kepada siswa agar mau melakukan seluruh kegiatan atau mampu dilakukan untuk mencapai tujuan.

Dengan memberikan umpan balik pada siswa setiap tugas yang telah siswa kerjakan di rumah, prestasi dan gairah belajar siswa terhadap mala pelajaran matematika mengalami peningkatan berhubung selama ini mata pelajaran tersebut kurang diminati oleh siswa. Hal ini disebabkan seringnya intervensi antara siswa dengan matematika maka akan menimbulkan rasa kenal dan ingin tahu terhadap mata pelajaran matematika, hendaknya terdiri dari yang mudah, sedang, sukar dan tidak terlalu banyak memberikan tugas yang berkaitan agar menimbulkan sikap positif atau sebaliknya.

Diskusi tugas antara guru dan siswa dengan cara ini meminta kepada guru untuk mendiskusikan tugas yang akan diberikan dengan siswa terlebih (dahulu adanya diskusi tugas ini akan mempengaruhi peranan bahwa tugas yang akan diberikan kepada siswa sebagai hal yang tidak dipaksakan oleh guru. Hal ini akan mengingatkan partisipasi setiap siswa karena mereka turut terlibat dalam penentuan tugas yang akan dikerjakan. Diskusi tugas juga akan bermaksud untuk mengembangkan tugas lebih lanjut.

  1. 3. Pemberian Umpan Balik

Matematika merupakan suatu mala pelajaran yang memerlukan pemikiran yang logis sehingga dalam mempelajarinya diperlukan strategi belajar yang tepat. Salah satu strategi belajar yang dimaksud adalah dengan memperbanyak latihan-latihan soal frekuensi pengulangan materi yang harus diperbesar dengan memberikan tugas pekerjaan rumah (PR) yang disertai dengan umpan balik terhadap apa yang dikerjakan.

Umpan balik merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Umpan balik memberikan korektif kepada siswa sehingga siswa dapat mengetahui tingkat penguasaannya terhadap yang sudah dipelajarinya, Pemberian umpan balik ini dapat merangsang siswa untuk lebih memotivasi dirinya dalam melakukan atau menyelesaikan soal-soal pekerjaan rumah (PR) yang diberikan ataupun termotivasi untuk mengulangi kembali materi-materi pelajaran yang diperolehnya disekolah.

Silverius (Mansyur, 1991 : 18) mengemukakan bahwa “Umpan balik adalah pemberian informasi yang diperoleh dari tes atau alat lainnya, misalnya pekerjaan rumah dan pertanyaan yang diajukan oleh guru dalam tes kepada siswa untuk memperbaiki atau meningkatkan pencapaian hasil belajarnya”.

Pendapat lain yang dikemukakan oleh (H. Muh. Ali, 1987 : 6) bahwa “Balikan mempunyai fungsi untuk membantu siswa memelihara minat dan antusias siswa dalam melaksanakan tugas belajar, salah satu alasan yang dikemukakan adalah bahwa belajar itu ditandai adanya keberhasilan dan kegagalan”.

Batasan-batasan yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa umpan balik berkaitan erat dengan kegiatan belajar mengajar terdahulu yang dievaluasikan dengan suatu alat evaluasi. Pemberian umpan balik ini akan dapat memotivasi siswa untuk mengembangkan dirinya agar menjadi hasil belajar yang baik di masa-masa yang akan datang.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pemberian umpan balik yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah pemberian nilai, pujian, saran dan pembetulan jawaban siswa dari soal-soal pekerjaan rumah diberikan pada akhir pertemuan, Pemberian umpan balik terhadap hasil pekerjaan rumah ini diharapkan akan memberikan hasil yang lebih baik dalam proses belajar mengajar siswa kelas VII.

  1. B. Kerangka Pikir

Berdasarkan tinjauan pustaka di atas, maka kerangka pikir dapat dilihat

skema di bawah ini.

Skema Kerangka Pikir

  1. C. Hipotesis

Berdasarkan tinjauan dan kerangka pikir di atas, maka hipotesis adalah “Jika pemberian tugas pekerjaan rumah disertai umpan balik maka dapat peningkatan prestasi belajar matematika siswa kelas VII SMP”.

REFERENSI

Abdullah, Ambo Enre. 1995. Prinsip-prinsip Layanan Bimbingan ttelajar. IKIP Ujung Pandang.

All, Muh. 1987. Guru dalam Proses Be/ajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru.

Budiyanto.  1997. Pengaruh Aktifitas Be/ajar Matematika terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas III SMU Negeri I Majene, Skripsi. FPMIPA IKIP Ujung Pandang.

Djaali. 1979. Konsep dan Strategi Pendidikan Matematika Jurnal Pendidikan dan Keguruan IKIP Ujung Pandang, Orasi llmiah Dies Natalis Tahun XVII. IKIP Ujung Pandang.

Imron Ali. 1996. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Pustaka Jaya.

JVTansyur.   1991. Pemberian Tugas Terstruktur terhadcp Prestasi ttelajar Matematika. Skripsi. FPMIPA IKIP Ujung Pandang.

Mursell    dan Nasution. 1984. Kriteria Utama Mengajar dengan Sukses. Jakarta: Bumi Aksara.

Poerwadanninta.   1987. Kamus Umum Bahama Indonesia. Jakarta : Dalai Pustaka.

Rusefendi, E.T. 1980. Pengajaran Matematika Modern dan Masa Kini untuk Guru dan SPG Seri Kedua. Bandung : Tarsito.

Slameto. 1988. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta : Bina Aksara.

Suherman dan Herman. 1985. Pengelolaan Kelas Interaksi Belajar Mengajar Matematika. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Universitas Terbuka.

Sumitro.   1984. Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Perbaikan Situasi Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara.

Tim Pelatihan Proyek PGSM. 1999. Penelitian Tindakan Kelas (Class Room Action Research), Depdikbud Dirjen Pendidikan Tinggi Proyek Pengenibangan Guru Sekolah Menengah,

W. Sudjana. 1986. Strategi Belajar Matematika, Karuniaka Jakarta. Universitas Terbuka.

Zain Aswar. 1996, Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: